Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Inilah Lima Tanda Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Manusia

Inilah Lima Tanda Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Manusia

Inilah Lima Tanda Allah Menghendaki Kebaikan Bagi Seorang Manusia
Islamadia - Manusia terlahir dengan berbagai karakter. Pribadinya terbentuk melalui didikan orang tua serta lingkungan yang ada di sekitarnya. Jika mendapat ajaran dan lingkungan yang baik, tentu Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang baik pula. Namun ini berlaku jika berada dalam kondisi sebaliknya.

Seseorang bisa sangat jauh dari Tuhan sehingga selalu membuat kerusakan bagi diri dan sosialnya. Kehidupan yang dipikirkan hanya seputar dunia tanpa mengingat mati. Namun Allah maha mengetahui hamba-hamba-Nya. 

Jika Allah berkehendak, maka sangat mudah bagi-Nya untuk membolak-balikan hati. Dia akan menunjukan kasih sayang kepada manusia pilihan-Nya. Jika sekarang kita merasakan lima hal ini, maka bisa jadi itu tanda Allah menginginkan kebaikan bagi kita. Apa saja tandanya? 

1. Dibukanya Pintu Amal Sebelum Kematian Menjelang
Pertanda pertama orang yang diinginkan kebaikannya oleh Allah SWT akan dibukakan pintu amalnya sebelum kematian menjelang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan jadikan ia beramal.” Dikatakan, “Apakah dijadikan beramal itu?” Beliau bersabda, “Allah bukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridla kepadanya.” (HR Ahmad dan Al Hakim dari Amru bin Al Hamq).

Dalam hadist di atas, Rasulullah SAW mengabarkan bahwa orang yang Allah inginkan kebaikan kepada dia, ketika mendekati ajalnya, maka ia beramal shaleh dan bertaubat kepada Allah SWT. Sering kita jumpai orang semasa hidupnya banyak berbuat dosa, namun di akhir hayatnya ia bertaubat kepada Allah dan melakukan banyak amalan shaleh. 

2. Dipercepat Sanksinya di Dunia
Selain dibukakan pintu amalnya sebelum kematian menjelang, ternyata jika Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba maka Dia akan mempercepat sanksi bagi orang tersebut sewaktu di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hambaNya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hambaNya, Allah akan membiarkan dosanya (di dunia) sampai Allah membalasnya pada hari kiamat.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik).

Akan tetapi, meskipun demikian kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia. Hal ini dikarenakan, belum tentu manusia yang menginginkannya akan mampu menghadapi sanksi tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjenguk seseorang dari kaum muslimin yang telah kurus bagaikan anak burung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kamu berdo’a dengan sesuatu atau kamu memintanya?” Ia berkata, “Ya, aku berdo’a, “Ya Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, kamu tidak akan mampu itu. Mengapa kamu tidak berkata, “Ya Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.” Maka orang itupun berdo’a dengannya. Allah pun menyembuhkannya.” (HR Muslim). 

3. Diberikan Cobaan
Tenyata cobaan menjadi salah satu pertanda bahwa Allah menginginkan kebaikan dari seorang hamba. Oleh karenanya, hadapilah cobaan dengan ikhlas dan penuh ketakwaan kepada Allah. Jangan jadikan cobaan sebagai pelemah keimanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR Ahmad dan Al Bukhari dari Abu Hurairah).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu janji Allah:

“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al Baqarah: 155).

Selain sebagai pertanda diinginkan kebaikan oleh Allah SWT, ternyata cobaan juga bisa untuk menggugurkan dosa dan mengangkat derajat manusia itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan).

4. Difaqihkan dalam Agama
Di antara pertanda Allah inginkan kebaikan dari makhluk-Nya adalah difaqihkan dalam agama. Kefaqihan merupakan pemahaman yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Pemahaman yang lurus terhadap Al Qur’an dan hadits berasal dari kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al Qur’an dan hadits dengan benar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” HR Al Bukhari dan Muslim).

5. Diberikan Kesabaran
Orang terakhir yang diinginkan kebaikan oleh Allah SWT adalah mereka yang diberikan kesabaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah seseorang diberikan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Untuk menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, selain keimanan juga sangat membutuhkan kesabaran bagi yang melakukannya. Hal ini dikarenakan iblis dan balatentaranya tidak akan pernah menyerah untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. 

“Tidak ada yang diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidak ada yang diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS Fushilat: 35).

Demikianlah infomasi mengenai lima pertanda orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah SWT. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang sudah disebutkan serta dijauhkan dari segala keburukan.

Inilah Benda Yang Tidak Akan pernah Hancur Meski di Terjang KIamat

Inilah Benda Yang Tidak Akan pernah Hancur Meski di Terjang KIamat

Inilah Benda Yang Tidak Akan pernah Hancur Meski di Terjang KIamat
Islamadia - Iman kepada hari akhir adalah rukun islam yang ke-6. Hari akhir atau hari kiamat merupakan sebuah peristiwa yang pasti terjadi. Kapan waktunya hanya Allah yang tahu. Hari kiamat merupakan peristiwa kehancuran alam semesta beserta isinya dengan dahsyat. Dimana langit dan Bumi mengalami guncangan yang sangat hebat, tidak ada yang luput dari huru-haranya. Gambaran tentang hari kiamat sudah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an. Tak bisa membayangkan betapa dahsyat dan menakutkannya peristiwa tersebut. Isi dunia luluh lantah, tiada satupun makhluk yang tersisa. Hanya Malaikat Israfil yang saat itu menjalankan tugas untuk meniup sangkakala. Namun tahukah anda, ternyata ada benda yang tidak akan pernah hancur meski diterjang kiamat?

Sahabat Islamadia yang dirahmati Allah, ternyata benda tersebut ada dalam tubuh kita sendiri. Benda yang dimaksud adalah tulang ekor atau tulang Sulbi. Dari tulang ini nantinya jasad yang sudah menjadi butiran debu dirakit kembali. Manusia kerap kali tidak menghiraukan bagian tubuh yang dimiliki, padahal tulang  ini, menjadi bukti kebesaran Ilahi. Ingin tahu lengkapnya? Kiamat yang maha dasyat tentunya akan menghancurkan seluruh alam semesta dan isinya. Ada hal-hal yang dikatakan tidak akan hancur saat kiamat tiba. Diantaranya surga dan neraka, Arsy atau singgasana Allah SWT, kursi milik Allah SWT, Lauh Mahfuz, qalam atau pena milik Allah.

Memang, kelima hal tersebut begitu istimewa, manusia jangan harap bisa melihatnya. Namun ternyata, selain kelima hal tersebut, dalam diri manusia sendiri juga terdapat bagian yang tidak akan hancur meski kiamat menerjang. Nabi Muhammad SAW sudah mengatakan jika tulang ekor atau tulang Sulbi  tidak akan hancur walaupun kiamat dasyat menerjang. Hal ini disebutkan dalam banyak hadist, salah satunya Hadist Bukhari berikut ini. “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR. Bukhari, No.4953)

Ada pula hadist riwayat lainnya yang menjelaskan tentang hal ini. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.” (HR Muslim nomor 2955)

Masuk akal kah? Ternyata hal ini sangat masuk akal, selain itu sangat mudah diterima oleh logika Muslim. Karena bagi penganut agama ini, cukup Alquran dan hadist yang menjelaskan, maka kami akan percaya sepenuhnya. Namun hal ini tentu tidak masuk akal bagi mereka yang menolak Alquran dan hadist. Namun tetap saja, tidak ada yang bisa membantah kedua pedoman hidup agama Islam ini. Karena sains pun, ternyata juga membenarkan jika tulang sulbi adalah bagian yang paling kokoh.

Hasil penelitian Dr. Othman al Djilani , profesor bidang histology dan pathologi Sana’a University bersama Syaikh Abdul Majid menunjukan jika sel-sel jaringan tulang ekor tidak berubah meski dibakar dalam suhu tinggi. Penelitian ini dilakukan pada Pada Ramadhan 1423 H untuk mencari tahu kebenaran tentang sabda nabi.

Penelitian itu juga menjelaskan mengapa ketika dilakukan penggalian makam lama yang telah berusia berpuluh-puluh bahkan beratus tahun, ditemukan tulang ekor yang tidak hancur. Benar-benar sesuai dengan sabda Rasulullah. Han Spemann, seorang ilmuwan Jerman berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam salah satu penelitiannya, ia menemukan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Dalam penelitian tersebut ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata dan mengimplantasikannya ke dalam embrio organizer.

Pada waktu sperm* membuahi ovum (sel telur), pembentukan janin pun dimulai. Ketika ovum telah terbuahi menjadi zigot, ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak sehingga terbentuk lempengan embrio yang memiliki dua lapisan. Salah satu lapisan disebut Internal Hypoblast yang memiliki beberapa unsur dan jaringan. Han juga mencoba cara lain. Tulang ekor direbus dan kemudian dihancurkan dengan ditumbuk menjadi serpihan halus. Lalu ia mencoba mengimplantasikan pada janin hewan yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body.

MasyaAllah.. semua atas kehendak Allah. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Semoga informasi ini semakin menambah wawasan anda dan semakin memperkuat keimanan anda kepada Allah dengan segala ketetapanNya. 
(sumber: khazanah)


Ternyata Ini Alasan Kenapa Allah Tetap Memberi Kenikmatan Hidup Pada Orang dzolim Saat di Dunia

Ternyata Ini Alasan Kenapa Allah Tetap Memberi Kenikmatan Hidup Pada Orang dzolim Saat di Dunia

Ternyata Ini Alasan Kenapa Allah Tetap Memberi Kenikmatan Hidup Pada Orang dzolim Saat di Dunia
Islamadia - Mungkin kita pernah berpikir, kenapa orang jahat, orang dzolim bisa hidup enak dan bisa menikmati kemewahan. Diantara kita juga mungkin pernah berfikir kenapa orang yang telah berbuat maksiat, ingkar dan menyakiti orang lain tetap bisa hidup makmur dan bebas? Berbeda dengan orang yang beriman yang justru tidak henti-hentinya mendapat cobaan dalam berbagai bentuk dari Allah SWT.

Banyak orang yang sudah dzalim dan ingkar kepada Allah masih diberikan rezeki, kesehatan, tidak ditampakkan dosanya dan tidak disegerakan hukumnnya.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Saad bin Hilal berkata bahwa meski dzalim dan selalu melanggar perintah Allah, orang dzalim tetap diberinya 4 anugerah:

1. Tidak terhalang mendapatkan rezeki: Allah SWT memiliki sifat Rahman yakni kasih Allah pada semua manusia, dan rahiim kasih sayang Allah hanya untuk orang beriman saja kelak di akhirat. Nah orang dzalim mendapat kasih sayang berupa rahman, jadi meski Ia dzalim atau kafir, tetap saja mendapatkan nikmat Allah ini. Namun Rahman  Allah itu hanya sebatas di dunia saja. Akan tetapi orang dzalim tidak akan mendapatkan sifat rahiim, karena sifat ini hanya untuk kasih sayang Allah hanya untuk orang beriman dari mulai di dunia dan di akhirat. Seperti dalam surat Al-Israa’ ayat 20 berikut ini. 

Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu  Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. (Q.S. Al-Israa’ [17] : 20).

Orang dzalim  adalah orang yang menginginkan kehidupan di dunia saja. Mereka bahkan disegerakan diberi keduniawaian sebagaimana yang mereka minta. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.S. Al-Israa’ [17] : 19).

Perhatikan secara jelas dan seksama orang zalim itu, apakah mereka benar2 bahagia dan tenang dengan harta yang didapatnya itu? bagaimana kehidupan keluarganya. Ternyata ketenangan dan kebahagian hanya muncul dipermukaan, namun didalamnya tidak, hati mereka sebenarnya tidak pernah merasakan ketenangan. Manifestasinya terlihat dengan tiada henti mereka mengejar kedudukan, kekayaan dan kelezatan hidup. Apa yang sudah didapat walau melimpah, tidak pernah merasa puas dan cukup. 

Dengan demikian tidak perlu kuatir dengan orang zalim yang malah mendapatkan apa apa yang mereka inginkan di dunia. Jika waktu yang dijanjikan Allah telah tiba, maka mereka akan menyesal dan segala harta kekayaannya tidak dapat dijadikan penebus untuk membebaskan dirinya dari siksaan telah Allah siapkan.

2. Mereka tidak terhalang untuk mendapat kesehatan: Sifat Allah Rahman juga berlaku untuk kesehatan. Setiap orang yang dzalim tidak terhalang untuk mendapat kesehatan. Selain karena izin Allah SWT, kesehatan didapat karena dibarengi dengan ikhtiar menjaga pola hidup. Bagi mereka yang dzalim namun tetap menjaga pola hidupnya, maka  Allah SWT tetap menganugerahkan kesehatan karena usahanya tersebut. Akan tetapi ini tidak berlaku jika Allah menginginkan hambanya yang dzalim sakit, meski Ia telah menjaga pola hidup sehat dan berolahraga, namun akan tetap mengalami sakit dengan izin Allah. 

3. Allah tidak akan menampakkan dosanya semasa hidup di dunia: Allah tidak akan memperlihatkan dosa semasa di dunia kepada orang dzalim. Ia hanya akan mengetuk pintu bagi orang terpilih tentang beratnya azab neraka terhadap dosa yang telah dilakukan di dunia. Memperlihatkan dosa semasa hidup juga termasuk nikmat Allah, bagaimana tidak, dengan begitu manusia akan mengingat kematian dan akhirnya beralih menjadi lebih baik lagi. Namun kepada orang dzalim, Allah tidak menganugerahkan hal tersebut. Mata hati mereka tertutup dan tidak bisa melihat dosa-dosa yang telah mereka lakukan. Naudzubillah..

4. Allah tidak menyegerakan hukumannnya di dunia: Allah juga tidak menyegerakan hukuman di dunia Bagi mereka yang dzalim. Namun hal ini bukan berarti orang dzalim luput dari pengawasan Allah SWT. Allah hanya menangguhkan atas mereka. Firman Allah: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,  (Ibrahim :42)

Firman Allah : Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (Al- An’am : 120)

Nah sahabat Islamadia, seyogyanya kita tidak perlu iri terhadap mereka. Kita tidak tahu apakah anugrah yang selama ini mereka nikmati tersebut justru menjerumuskan kedalam hal yang buruk. Kitapun tidak tahu apakah pemberian Allah itu berupa berkah atau azab. Hidup di dunia hanya sementara, maka isilah dengan memperbanyak amal soleh. Semoga bermanfaat..


Inilah Ciri Calon Penghuni Surga, Baca Artikel ini Mungkin Anda Salahsatunya

Inilah Ciri Calon Penghuni Surga, Baca Artikel ini Mungkin Anda Salahsatunya

Inilah Ciri Calon Penghuni Surga, Baca Artikel ini Mungkin Anda Salahsatunya
Islamadia - Surga merupakan tempat yang disediakan Allah SWT sebagai balasan bagi orang-orang yang mengikuti aturan-Nya. Selama hidup di dunia, manusia diperintahkan mempersiapkan bekal untuk bisa memasuki tempat terindah tersebut.

Namun, meski dengan tingkat keimanan tinggi, seseorang tidak akan pernah tahu dirinya masuk surga atau tidak. Pasalnya penentuan tersebut baru akan terjadi setelah hari kiamat tiba, yakni pada yaumul hisab atau hari perhitungan.


Meski demikian, Allah sudah menjelaskan ciri penghuni surga dalam firman-Nya. Di dalam surat Ali Imran dijelaskan tentang sifat-sifat para penghuni surga saat masih menjalani kehidupan di dunia. Seperti apa ciri-cirnya? Berikut ringkasannya.

Quran surat Ali Imran merupakan surat ke tiga dalam Alquran yang memiliki 200 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah atau surat-surat yang turun di kota Madinah. Dalam surat tersebut menceritakan tentang keteladanan keluarga Ali Imran. Beliau adalah ayah dari Ibunda Siti Maryam yang sudah melahirkan Nabi Isa.

Di dalam surat tersebut juga disebutkan tentang ciri-ciri ahli surga.  Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam ayat 16-17 pada ayat tersebut.  Berikut potongan ayat dalam surat Ali Imran yang menjelaskan tentang ciri penghuni surga.

“(Ahli syurga itu ialah) orang-orang yang berdoa, “Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. Yaitu orang-orang yang sabar, orang-orang yang benar, orang-orang yang thaat, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan orang-orang yang memohon ampun di waktu  sahur”. (QS. Ali Imran: 16-17)

Dari ayat di atas diketahui ada delapan ciri-ciri manusia yang akan menjadi penghuni surga. Seperti apa cirinya:

1. Orang-orang yang beriman kepada Allah
Beriman kepada Allah SWT merupakan pondasi utama bagi seorang Muslim dan menjadi rukun iman yang pertama. Ternyata ini pula lah yang menjadi ciri seseorang yang nantinya dihadiahi surga. Namun perkara beriman tidak hanya sekedar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Lebih dari itu, beriman harus diikuti dengan mempercayai dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan menjalankan dengan amal perbuatan.

2. Orang-orang yang senantiasa beristighfar
Dalam surat tersebut dikatakan oleh para ahli surga “Faghfirlanaa dzunuubanaa”, yang artinya maka ampunilah segala dosa kami. Ini menandakan bahwa orang yang senantiasa memohon ampunan kepada Allah merupakan salah satu ciri penghuni surga.

Seorang ahli surga selalu berpikir bahwa dirinya berlumuran dosa. Sehingga tiada waktu terlewat untuk memohon ampunan kepada Allah. Sehingga Allah mengampuni setiap dosa yang kita lakukan sehari-hari (dosa kecil). Karena sejatinya manusia memanglah menjadi gudangnya dosa.

“Tiap anak Adam itu berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah itu adalah orang yang bertaubat”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar (minta ampun) dan bertaubat kepada Allah tiap hari lebih dari tujuh puluh kali”. (HR Bukhari)

3. Orang-orang yang memohon dijauhkan dari api neraka
Penghuni surga juga mempunyai ciri selalu memohon agar Allah menjauhkannya dari siksa api neraka. Alquran sudah menjelaskan bagaimana ganasnya panas api neraka ini. Hal ini menjadi berita yang dipercayai oleh para ahli surga dan membuat mereka takut untuk akan ancaman neraka tersebut.

Tidak hanya sekedar berdoa saja, orang-orang yang memiliki karakter ahli syurga juga mengimbangi doa mereka dengan ikhtiar untuk benar-benar jauh dari api neraka. Mereka akan menjauhi segala perbuatan dosa yang akan menyeretnya ke neraka jahanam.

4. Orang-orang yang sabar
Ciri selanjutnya yang dijelaskan oleh surat Ali Imran ini adalah memiliki karakter yang sabar. Calon penghuni surga memahami bahwa kehidupan di dunia layaknya kisah di dalam film. Ada Allah SWT sebagai sutradara dan produser, sementara manusia layaknya artis yang memerankan setiap peran yang sudah ditetapkan.

Itu mengapa mereka bersabar dengan berbagai rintangan dan cobaan. Semua hal tersebut merupakan ujian kenaikan kelas yang diharapkan meninggikan derajat mereka disisi Allah. Mereka tetap lapang dada dan tidak mengeluh menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Tawakkal ‘alallah, pasrah kepada kehendak dan takdir Allah.

5. Orang-orang yang benar
Yaitu orang-orang yang benar aqidah dan imannya, benar ikrar dan lisannya, benar janji dan amalannya. Ahli syurga memiliki komitmen yang kokoh terhadap kebenaran (al haq). Orang-orang yang seluruh aspek dalam kehidupannya mengacu kepada kebenaran (Al Qur’an) dan orang-orang seperti ini disebut dengan Asshaadiqin.

6. Orang-orang yang taat
Kethaatan bukanlah hal yang dapat diperoleh dengan mudah. Gelar taat yang menempel pada diri manusia juga bukanlah gelar duniawi yang diperoleh dengan materi. Ketaatan adalah hasil dari sebuah proses pengimanan dan pengakuan akan adanya Allah dan eksistensinya dalam kehidupan manusia. Adanya pengakuan kepada Allah melahirkan sikap patuh dan taat atas segala perintah dan larangan Allah.

Dalam Alqur’an surat An Nur ayat 51 dijelaskan,  “Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya agar berhukum di antara mereka ialah ucapan mereka ‘kami dengar dan kami thaat’ dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS An Nur : 51)

7. Orang-orang yang bersedekah di jalan Allah
Ciri lain penghuni surga yang dijelaskan dalam surat Ali Imran adalah mereka yang termasuk orang-orang yang bersedekah di jalan Allah. Mereka ini menyadari bahwa sedekah merupakan investasi kepada Allah tidak akan membuat mereka menjadi miskin. Sikap hidup seperti ini terbentuk karena adanya iman dan taqwa. 

8. Orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur
Ciri terakhir yang dijelaskan dalamm surat Ali Imran adalah mereka yang memohon ampun pada waktu sahur. Waktu sahur merupakan waktu sepertiga malam yang biasanya sangat utama dilakukan untuk salat Tahajud dan memiliki banyak keutamaan.

Pada waktu ini berdasarkan hadist Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT turun  ke langit dunia memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Hamba-Nya.  Nabi pun mencotohkan dengan melakukan berbagai ibadah kepada Allah pada waktu ini.

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariat : 17-18)


Semoga sahabat I-Yunik termasuk salah satu dari ciri-ciri yang disebutkan di atas. Aamiin ya Rabb.

Inilah Orang Yang Tidak Dikunjungi Malaikat Munkar dan Nakir didalam Kubur

Inilah Orang Yang Tidak Dikunjungi Malaikat Munkar dan Nakir didalam Kubur

Islamadia - Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Kapan waktunya, hanya Allah yang mengetahuinya. Kematian merupakan keniscayaan, namun terkadang seseorang lupa jika waktu kematian selalu mengikuti kemanapun ia pergi. 

Ketika seseorang mati, ia mungkin terbebas dari hal yang bersifat duniawi, namun ia masih harus menghadapi beberapa peristiwa. Dan Salahsatu peristiwa yang pasti dilalui oleh semua orang islam setelah kematiannya adalah kunjungan dari dua malaikat yang bertugas bertanya didalam kubur. Yakni malaikat Munkar dan Nakir. Apabila dalam hal tanya jawab ini kita berhasil maka tidak akan disiksa di alam kubur. Sebaliknya, jika gagal maka si mayit akan disiksa hingga tiba hari kiamat kelak. 

Namun ternyata, tidak semua orang akan mendapatkan kunjungan dari malaikat Munkar dan Nakir tersebut. Ada beberapa golongan yang terbebas dari pertanyaan yang akan dilontarkan oleh dua malaikat ini. Lantas, siapa sajakah orang yang beruntung tersebut? Berikut penjelasaannya. 

Agar bisa menjawab pertanyaan malaikat munkar dan nakir ini, setiap mukmin harus mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal soleh saat mereka hidup di dunia. Inilah salahsatu cara agar terbebas dari sulitnya menjawab segala pertanyaan yang akan dilontarkan oleh dua makhluk Allah tersebut.

Demikian disebutkan Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyrol Karim. Artinya, pertanyaan malaikat di kubur, berlaku bagi setiap mukallaf kecuali orang yang dibebaskan. Mereka yang dibebaskan misalnya para nabi, syuhada, siddiq, penjaga di perbatasan daerah musuh, orang yang melazimkan bacaan surat “Tabarok” atau “Haa Miiim As-Sajdah” setiap malam, mereka yang mati diserang penyakit sampar, atau mereka yang wafat hari Jum’at. Demikian berlaku bagi orang mati syahid. Demikian disebutkan Al-Qurthubi.

Ternyata di antara orang-orang yang dilewatkan dari kunjungan dan pertanyaan dari malaikat Munkar-Nakir adalah para nabi. Nabi merupakan sosok manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu namun tidak diwajibkan untuk disampaikan kepada umat. 

Sedangkan syuhada adalah orang-orang yang meninggal di medan perang atau ketika berjuang di jalan Allah demi membela agama Islam dan mempertahankan haknya dengan penuh kesabaran. Selain itu, pengertian syuhada juga diartikan sebagai orang yang telah mempersaksikan (dengan sebenar-sebenarnya).

“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, mereka itu orang-orang Shiddiqiin dan ‘syuhada inda Rabbihim’ (menjadi saksi di sisi rabb mereka), bagi mereka pahala dan cahaya mereka...” (Q.S. Al-Hadiid: 19)

Hal yang pasti dari golongan orang-orang yang tidak mendapat kunjungan dari malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur ini kelak adalah mereka yang senantiasa beriman kepada Allah SWT. Selain itu, mereka juga selalu mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang-orang yang di dalam kuburnya tidak ditanya oleh malaikat Munkar-Nakir berarti orang tersebut akan terbebas dari siksa kuburnya hingga hari kiamat kelak. Namun lain halnya dengan mereka yang ditanyai oleh keduanya dan gagal untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka orang-orang ini akan merasa siksaan yang pedih di dalam kubur. 

Oleh karena itu, beramal soleh lah ketika masih diberi kesempatan hidup di dunia. Jika kita merasa telah banyak berbuat dosa, bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Amalan kebaikan bisa dilakukan dengan menolong fakir miskin, membantu sesama, mengerjakan amalan sunnah, bersedekah, dan kegiatan bermanfaat lainnya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk dalam golongan yang tidak didatangi oleh malaikat Munkar dan Nakir. Jika tidak termasuk golongan di atas, maka berdoalah agar kita mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Enam Orang Mukmin Yang Shalatnya Ditemani Setan, Waspada No 4 Sering Kita Lakukan

Enam Orang Mukmin Yang Shalatnya Ditemani Setan, Waspada No 4 Sering Kita Lakukan

Enam Orang Mukmin Yang Shalatnya Ditemani Setan, Waspada No 4 Sering Kita Lakukan
Islamadia - Salahsatu orang beruntung yang di sebutkan dalam Al-Qur’an adalah orang yang “Khusyu Dalam Shalatnya”. Meskipun mencapai kekhusyuan dalam shalat merupakan hal yang tidak mudah dilakukan. Tapi sebenarnya khusyu dalam shalat bisa kita usahakan.  Salahsatu cara yang bisa dilakukan, mungkin dengan berdoa memohon perlindungan kepada Allah, agar kita senantiasa dipelihara dari dari tipu daya dan godaannya. 

Waspada saudaraku, Ternyata ada Enam orang mukmin yang shalatnya selalu dibersamai setan. Dibersamai Bukan berarti mereka mengikuti manusia melaksanakan salat, namun setan tersebut tidak berhenti mengganggu hingga manusia tidak berdaya. Siapa saja enam orang tersebut? Berikut penjelasannya:

  1. Orang yang selalu was-was dalam niat: Orang pertama yang dibersamai setan saat salat adalah mereka yang selalu merasa was-was dalam niat. Biasanya perasaan was-was ini akan berlangsung hingga saat shalat. Hal itu membuat orang ragu terkait rukun salat yang seharunya dijalankannya. Misalnya saja lupa jumlah rakaat dan lupa bacaan. Jika mengalami ini anda patut waspada, karena sebenarnya anda tengah bersama dengan setan yang menggoda. Setan Menghembuskan Was-was dan Syubhat  dalam diri manusia. “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat (waswas) kepadanya, dengan berkata,”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” [Thâhâ/20:120].
  2. Orang yang menyimpan banyak pikiran: Saat sedang khusuk salat, tiba-tiba teringat hal ini dan itu. Ternyata setan tidak akan membiarkan manusia salat dengan khusyu. Mereka akan terus mengganggu ibadah manusia dengan menghadirkan banyak pikiran-pikiran di kepala manusia. Ada suatu kisah pasa saat Imam Hanafi masih hidup. Seseorang datang kepadanya karena lupa meletakkan sesuatu barang. Imam Hanafi menyuruhnya untuk salat dengan khusuk sepanjang malam dan berdoa kepada Allah agar barang yang hilang dapat ditemukan. Saat menjalankan perintah tersebut, ternyata baru setengah malam saja orang yang kehilangan barang tadi bisa mengingat dimana ia meletakkan barangnya. Keesokan harinya Ia bertanya kepada Imam Hanafi mengapa demikian. Sang Imam kemudian menjawab, bahwa  setan tidak akan senang apabila seorang hamba khusyu dalam sholatnya, sehingga setan akan membuatnya mengingat apa yang ia lupakan saat sholat.
  3. Orang yang selalu merasa seperti buang angin: Hal ini juga sering dialami oleh banyak orang. Saat selesai wudhu atau tengah salat, tiba-tiba terasa seperti buang angin. Ternyata perasaan ragu buang angin atau tidak merupakan sebuah gangguan yang setan hembuskan untuk mengacaukan sholat seseorang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian merasakan hal itu, maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya atau mencium baunya tanpa ragu.”(H.R Ahmad)
  4. Orang yang tidak fokus pada sholat: Tidak fokus saat melaksanakan salat juga menjadi salah satu pertanda bahwa setan sedang bersamanya. Tidak fokus bisa saja disebabkan hal-hal yang dapat mencuri perhatian saat salat. Misalnya hp berdering, memikirkan kendaraan yang sedang diparkir karena takut hilang dan banyak lagi.  Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu 'anha, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Itu adalah curian setan atas sholat seorang hamba”. (H.R Bukhari)
  5. Orang yang sholatnya tergesa-gesa: Karena ingin mengerjakan hal lain, biasanya seseorang salat dengan cepat dan tergesa-gesa. Sebaiknya anda lebih berhati-hati lagi terhadap hal ini. Karena sebenarnya, ini pertanda bahwa anda sedang bersama setan. Rasulullah SAW melawang umatnya melakukan hal itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda : “Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (H.R Ahmad). Dalam hal ini Rasulullah menganggap perbuatan mencuri dalam sholat lebih buruk daripada mencuri harta.
  6. Wanita yang shalat ke masjid menggunakan Farpum: Ternyata wanita yang ke mesjid dengan menggunakan wewangian juga didekati oleh setan. Dengan aroma-aroma tersebut setan justru lebih mudah untuk membuat salat orang yang ada disekitar wanita yang memakai wewangian agar tidak khusuk. Menggunakan wangi-wangian saat ke masjid adalah salah satu perbuatan yang Rasulullah larang. Rasulullah bersabda, yang artinya : “Jika salah satu dari kalian(para wanita) hendak ke masjid, maka janganlah sekali-kali menyentuh wewangian.”(H.R Muslim).
Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung seperti yang disebutkan dalam surat Al-mukminun ayat 1 dan 2. “ beruntunglah orang –orang yang beriman, yaitu orang yang khusyu dalam shalatnya” 

Sumber : www.muslimahdaily.com